Agama dan Hukum Modern

Kedudukan Norma Agama Dalam Hukum Modern

 

Oleh : Richo Handoko P

Abstraksi :
“Indonesia adalah Negara hukum yang bersifat pluralisme, dengan bangsa yang bermacam-macam suku, ras, agama dan kebudayaan. Tidak hanya hukum Negara yang berlaku, hukum adat dan hukum islam masih tetap dijunjung tinggi demi supremasi hukum nasional. Produk-produk hukum nasional yang terbentuk sekarang tidak mungkin sempurna sebelum adanya norma-norma yang sudah dijalankan masyarakat jauh sebelum norma hukum dibuat. Norma itulah yang tumbuh dan berkembang, lalu dilaksanakan oleh masyarakat dengan terus-menerus dan diakui oleh masyarakat. Tetapi dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat, Negara dituntut untuk lebih membentuk norma yang memiliki ikatan yang kuat untuk melindungi hak-hak warga negaranya. Dengan semakin beragamnya kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan hukum, lambat laun dengan perbaikan-perbaikan yang di lakukan secara terus menerus Hukum yang modern lahir sesuai dengan perkembangan zaman, yang mempunyai daya paksa yang kuat dengan tujuan orang akan mematuhinya. Sehingga, hukum menjadi system hukum yang mandiri, yang sudah tentu norma-norma yang sudah hidup dimasyarakat mulai terpinggirkan. Karakternya dibuat atas dasar kepentingan dan maslahat bersama dan tentu saja didominasi oleh undang-undang yang dibuat oleh legislatif. Apa yang menjadi kebaikan bagi rakyat banyak maka hal itulah yang diundangkan. Namun, bukan berarti hukum modern dapat mengatur semuanya, hukum modern tidak mengatur semua kebutuhan manusia, dan apa yang baik dan tidak baik bagi manusia.

 

PENDAHULUAN

Di negara hukum seperti indonesia, yang berprinsip “Equality before the law” hukum harus dijadikan sebagai panglima, semua orang wajib tunduk kepada hukum, dan semua orang sama kedudukannya di depan hukum. Artinya, semua orang diperlakukan sama dengan aturan hukum yang mengikatnya, tidak ada diskriminsasi dan tidak ada yang kebal terhadap hukum.
Jauh sebelum hukum modern dibentuk, kehidupan didalam pergaulan di dalam pergaulan masyarakat diliputi oleh norma-norma, yaitu peraturan yang mempengaruhi tingkah laku manusia dalam masyarakat. Sejak masa kecilnya manusia merasakan adanya peraturan-peraturan hidup yang membatasi sepak terjangnya. Dan dalam pergaulannya, norma dibedakan berdasarkan pembatasan aturannya, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum. Norma paling tua yang mengatur kehidupan jauh sebelum norma hukum dibentuk adalah norma agama.
Salah satunya adalah norma agama islam. Berdasarkan catatan sejarah, umat Islam menjalankan hukum Islam di bumi nusantara sejak kedatangannya sesuai dengan sifat hukum Islam yang melekat dalam diri setiap individu umat Islam. Demikian seterusnya pada zaman kesultanan dan awal kedatangan penjajah hukum Islam masih berjalan sebagaimana mestinya. Hanya pada diakhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh penjajah Belanda perjalanan hukum Islam ingin dihambat dengan diupayakan peminggirannya sedemikian rupa demi kepentingan jajahannya sehingga hukum Islam tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya meskipun hukum Islam itu merupakan keyakinan dan ibadah bagi orang Islam yang melekat pada setiap pribadi muslim kemanapun ia berada dan jaman apapun yang dilaluinya. Keadaan tersebut terus berlangsung meskipun Indonesia sudah merdeka. Hanya pada pertengahan perjalanan Era Orde Baru hukum Islam makin mendapat tempat sedikit demi sedikit. Bagitu pula dengan hukum agama lain yang menjalankan hukum agamanya masing-masing sebelum norma hukum terbentuk.
Dengan semakin beragamnya kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan hukum, lambat laun dengan perbaikan-perbaikan yang di lakukan secara terus menerus. Menurut Satjipto Rahardjo, Hukum (tiba-tiba) menjadi mandiri, pertama, karena merupakan tatanan yang dibuat dengan sengaja. Dimulai dari kaidahnya, maka hukum modern didominasi oleh peraturan yang dibuat dengan sengaja oleh lembaga yang diberi wewenang untuk itu. Kaidah-kaidah lahir sebagai peraturan yang hanya dibuat oleh badan legislative tersebut. Hukum lahir dari badan yang khusus diberi wewenang untuk membuat hukum. Dari situ kemudian mengalir yang lain-lain, seperti logika dan prosedur hukum, personel-personel dan administrasi yang khusus.
Sehingga, hukum menjadi system hukum yang mandiri, yang sudah tentu norma-norma yang sudah hidup dimasyarakat mulai terpinggirkan. Disinilah kita akan melihat bagaimana peran atau kedudukan norma agama dalam pembentukan hukum modern? Apakah norma agama, cukup signifikan mempengaruhi hukum modern sekarang ini. Dan, apakah norma agama harus mutlak ada tanpa pengecualian tertentu.

 

PEMBAHASAN
Norma agama adalah ketentuan-ketentuan atau petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang disampaikan melalui utusan-Nya (Rasul / Nabi) yang berisi perintah, larangan dan anjuran-anjuran.
Para pemeluk agama mengakui dan berkeyakinan, bahwa peraturan-peraturan hidup itu berasal dari tuhan dan merupakan tuntutan hidup kea rah jalan yang benar. Pada masa sebelum norma hukum dibentuk, norma agama sangat dominan dilaksanakan didalam tata kehidupan masyarakat.
Ketentuan norma agama bersumber dari wahyu, informasi-informasi yang berasal dari tuhan. Bersifat universal, artinya tidak dibatasi oleh tempat, waktu, zaman karena berlaku untuk semua umatnya, dan normanya tidak berubah-ubah oleh zaman karena kebenarannya adalah mutlak. Tetapi dalam penerapannya norma agama bersifat tertutup, terbatas pada umat / pengikut tertentu yang meyakini ajarannya. Ketentuan-ketentuan tuhan sifatnya dibukukan, Seperti Al-quran, injil, taurat, dan zabur. Namun dibukukan tersebut bukan berarti terkodifikasi, karena secara arti “kodifikasi berarti ketentuan-ketentuan hukum yang dibukukan, disusun secara sistematis, dan secara umum isinya relative lengkap” Sedangkan kitab, walaupun dibukukan tetapi kitab tidak hanya berisikan ketentuan hukum, tetapi juga ketentuan-ketentuan lain, tidak disusun secara sistematis dan isinya relative umum agar bisa ditafsirkan menurut perkembangan masyarakat.
Berkaitan dengan apakah norma agama berpengaruh terhadap terbentuknya hukum modern, maka kita harus berbicara tentang hukum modern apakah yang dimaksud. Apa batasanya, bagaimana hukum itu disebut dengan hukum modern.
Dari abad-ke abad sejarah hukum mencatat system hukum menjadi semakin kompleks dan rumit. Berawal dari kebutuhan untuk mengatur tata-tertib dalam masyarakat, akhirnya hukum berkembang menjadi system yang canggih. Hukum (tiba-tiba) menjadi mandiri, pertama, karena merupakan tatanan yang dibuat dengan sengaja. Dimulai dari kaidahnya, maka hukum modern didominasi oleh peraturan yang dibuat dengan sengaja oleh lembaga yang diberi wewenang untuk itu. Kaidah-kaidah lahir sebagai peraturan yang hanya dibuat oleh badan legislative tersebut. Hukum lahir dari badan yang khusus diberi wewenang untuk membuat hukum. Dari situ kemudian mengalir yang lain-lain, seperti logika dan prosedur hukum, personel-personel dan administrasi yang khusus.
Penjelasan yang secara realistis dari Rahardjo setidaknya memberikan batasan tentang apa itu hukum modern. Penjelasan ini mengatakan bahwa yang dimaksud dengan hukum disini kita artikan sebagai hukum yang sudah berkembang dan hidup dimasyarakat sekarang ini. Hukum yang kita patuhi sekarang yang mengatur tata kehidupan masyarakat modern.
Dengan demikian, secara umum kita mendapatkan sebuah opini bahwa hukum modern menghasilkan hukum dengan peraturan-peraturan, yang dibuat oleh badan legislative yang memang diberikan wewenang untuk itu. Menurut Hart, “Legislasi menjadi pelaksanaan kekuasaan hukum yang “operatif” atau “efektif dalam menciptakan hak-hak dan kewajiban hukum”. Maka, tentu saja hukum modern sangat didominasi dengan peraturan-peraturan, penegak hukum, instisusi peradilan dan lain-lain. Kendatipun demikian, hukum modern tidak hanya mengakui hukum tertulis secara absolut, tetapi tetap mengkui hukum tidak tertulis.
Sehingga sejak munculnya hukum modern, seluruh tatanan social yang ada mengalami perubahan luar biasa. Kemunculan hukum modern tidak terlepas dari munculnya negara modern. Negara bertujuan untuk menata kehidupan masyarakat, dan pada saat yang sama kekuasaan negara menjadi sangat hegemonial, sehingga seluruh yang ada dalam lingkup kekuasaan negara harus diberi label negara, undang-undang negara, peradilan negara, polisi negara, hakim negara dan seterusnya.
Lalu, berkaitan dengan munculnya hukum modern apakah produk-produk hukum modern dipengaruhi oleh norma agama? Pada penjelasan diatas kita telah berbicara bahwa hukum modern didominasi oleh peraturan-peraturan, kewenangannya diberikan oleh legislative untuk membuat peraturan itu dalam bentuk undang-undang. Dalam hal ini kita dapat melihat beberapa contoh bahwa salah satu produk undang-undang yang dibuat oleh legislative yang dipengaruhi oleh norma agama (islam) yang mengatur tentang perkawinan didalam al-quran adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Termasuk juga salah satunya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah, yang mengatur tentang prinsip hukum Islam (syariah) dalam menjalankan kegiatan usaha perbankan.
Artinya, hukum islam sangat berpengaruh terhadap terbentuknya hukum nasional yang berkembang sekarang. Semua ini merupakan hal penting yang harus diperhatikan ketika legislative membuat undang-undang yang sangat berurusan dengan masalah agama. Kita bisa mengandaikan bahwa kelompok masyarakat memiliki peraturan undang-undang tentang perkawinan yang dibuat oleh legislative yang tidak memperhatikan norma agama masyarakatnya. Dalam bentuk yang sederhana peraturan ini harus dipatuhi oleh masyarakat sedangkan disisi lain mereka mempunyai kewajiban untuk mematuhi hukum agama mereka sendiri.
Bahkan dalam lingkup universal norma agama juga berpengaruh dalam hukum internasional. Khususnya norma islam, Ajaran Islam diakui telah memberi pengaruh dan memperkaya hukum-hukum pengungsi internasional modern. Sebuah studi yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa pengaruh dan sumbangan Islam bagi hukum internasional tentang pengungsi lebih besar dibandingkan sumber-sumber lainnya.
Contoh lain yang mempengaruhi hukum modern salah satunya norma agama Kristen, Sejak sistem hukum di Alkitab membantu untuk membentuk sistem hukum dunia Barat sekarang ini, sistem tersebut tidak lagi kelihatan aneh bagi kita. Namun, kita dapat melihat keunikan hukum alkitabiah bila kita membandingkannya dengan sistem-sistem hukum lain pada zaman purba. Para arkeolog telah menemukan berbagai kumpulan hukum Timur Dekat dalam reruntuhan Ur-Nammu, Eshnunna, Sumer, Mari, Ugarit, dan kota-kota lain. Hukum Kristen pun bahkan sangat berpengaruh terhadap terbentuknya hukum modern khususnya di daerah barat sekarang ini. Norma agama menjadi penting untuk di konversi ke hukum modern karena memang norma agama sudah dipercayai dan diakui sejak lama, jauh sebelum hukum modern timbul.
Sehingga, itu artinya bahwa norma agama sangat tidak mungkin untuk dihilangkan keberadaannya ketika para legislative akan membentuk norma hukum. Norma agama menjadi pertimbangan yang sangat relevan ketika norma-norma hukum akan dibentuk. Karena memang secara umum isi dalam kitab agama berisi kompleks tentang kehidupan manusia. Jadi norma agama begitu relevan pengaruhnya terhadap hukum modern. Namun bukan berarti hukum agama absolute atau mutlak harus ada tanpa pengecualian. Norma agama tidak semata-mata mengatur semua kehidupan manusia khususnya tentang hukum. Maka dengan itu, norma hukum sangat diperlukan untuk mengatur kehidupan manusia yang semakin lama semakin berkembang sesuai dengan kondisi global, dan sosial masyarakat ketika urusan atau masalah hukum yang akan dibentuk berhubungan dengan masalah keagamaan.

 

KESIMPULAN
Dengan demikian, norma agama berperan penting dalam pembentukan hukum modern, norma agama memberikan pengaruh signifikan ketika hukum modern yang berhubungan dengan keagamaan akan dibentuk, norma agama menjadi tolok ukur hukum yang akan dibuat. Sehingga hukum modern yang dibuat tidak bertentangan dengan norma agama yang dianut masyarakatnya. Karena disatu masyarakat yang mempunyai kepercayaan harus mematuhi hukum agamanya, disisi lain masyarakat mau tidak mau mematuhi norma hukum yang dibuat oleh para legislative secara keseluruhan.

 

DAFTAR PUSTAKA

C.S.T. Kansil, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata hukum Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1989, hlm. 84.

Satjipto Rahardjo, Hukum dan Perilaku, Kompas, Jakarta, 2009.

Terjemahan H.L.A. Hart, The Concept Of Law, Ney York, Clarendon Press-Oxford, 1997.

Abdul Mun’im, “Reformasi Pemikiran Tentang Kedudukan Hukum Islam Di Indonesia”, Tesis, USU Repository , 2004.

Otje Salman Soemadiningrat, Menuju Pemikiran Hukum Progresif di Indonesi. http://hk.unikom.ac.id/…/menuju%20pemikiran%20hukum%20progresif%20di%20indonesia.
Republika Newsroom, Sabtu, 27 Juni 2009. http://rol.republika.co.id/berita/58873/Islam_Pengaruhi_Hukum_Modern.
Bible Almanac, Ensiklopedia Fakta Alkitab http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=785&res=almanac.

Published in: on March 18, 2011 at 10:54  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://richohandoko.wordpress.com/2011/03/18/agama-dan-hukum-modern/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: