Hukum sebagai Sistem Norma

ANALISIS PERBANDINGAN

NORMA AGAMA, NORMA KESUSILAAN, NORMA KESOPANAN, DAN NORMA HUKUM

 

Oleh : Richo Handoko P

Menurut Kelsen – Norma adalah pernyataan yang menekankan aspek “seharusnya” atau das solen, dengan menyertakan beberapa peraturan tentang apa yang harus dilakukan. Membendakan antara apa yang ada (das sein) dan apa yang seharusnya.

Secara harfiah, norma berarti aturan, kaidah, patokan, dan ukuran hukum. Maka secara umum, Norma merupakan aturan, pedoman atau petunjuk bagi seseorang untuk berbuat dan bertingkah laku sebagaimana mestinya, sebagaimana seharusnya terhadap sesama manusia dalam lingkungan suatu masyarakat tertentu.

Aturan-aturan tersebutlah yang menjadi acuan seseorang individu, untuk mengarahkan bagaimana dia bertingkah laku dan bersikap. Tetapi, kemudian bagaimana mungkin untuk mengukur tindakan-tindakan atau tingkah laku tersebut sehingga bisa dikatakan sebuah norma itu telah sesuai dengan apa yang seharusnya? Dengan demikian, disinilah norma terbagi –bagi dan berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Antara lain adalah Norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, dan norma hukum, berikut :

 

A. NORMA AGAMA

Norma agama adalah ketentuan-ketentuan atau petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan yang disampaikan melalui utusan-Nya (Rasul / Nabi) yang berisi perintah, larangan dan anjuran-anjuran.

1.      Sumber

Ketentuan norma agama bersumber dari wahyu, informasi-informasi yang berasal dari tuhan. Bersifat universal, artinya tidak dibatasi oleh tempat, waktu, zaman karena berlaku untuk semua umatnya, dan normanya tidak berubah-ubah oleh zaman karena kebenarannya adalah mutlak.

2.      Siapa yang membuat

Yang membuatnya adalah Tuhan.

3.      Penerapan (Siapa yang melaksanakan)

Tetapi dalam penerapannya norma agama bersifat tertutup, terbatas pada umat / pengikut tertentu yang meyakini ajarannya.

4.      Penegakan

Penegakannya secara syariah, Misal syariah islam. Ditegakkan oleh tempat tertentu yang berlaku norma agama seperti di aceh, ada polisi syariah yang menegakkan norma agama tersebut diwilayah yang memberlakukannya.

5.      Cakupan Pemberlakuan

Cakupan pemberlakuannya adalah pada umat penganut

6.      Sifat Pembukuan

Ketentuan-ketentuan tuhan sifatnya dibukukan, Seperti Al-quran, injil, taurat, dan zabur. Namun dibukukan tersebut bukan berarti terkodifikasi, karena secara arti “kodifikasi berarti ketentuan-ketentuan hukum yang dibukukan, disusun secara sistematis, dan secara umum isinya relative lengkap” Sedangkan kitab, walaupun dibukukan tetapi kitab tidak hanya berisikan ketentuan hukum, tetapi juga ketentuan-ketentuan lain, tidak disusun secara sistematis dan isinya relative umum agar bisa ditafsirkan menurut perkembangan masyarakat.

 

B. NORMA KESUSILAAN

Norma Kesusilaan adalah ketentuan hidup yang berasal dari hati nurani manusia itu sendiri, nilai –nilai kepatutan, kata hati. Unsurnya adalah Norma Moralitas, artinya kesadaran tertinggi dalam hati nurani. Norma kesusilaan sangat berhubungan dengan norma agama, karena agama mengjarkan kebaikan hati nurani terhadap umatnya sehingga nilai moral, hati nurani seseorang terbentuk dari seberapa besar ia mematuhi norma agama sebagai yang diyakininya.

1.      Sumber

Bersumber pada hati nurani seseorang, yang dari nurani tersebut timbullah kewajiban moral.

2.      Siapa yang membuat

Norma kesusilaan yang membuat adalah invidu atau masyarakat itu sendiri. Dalam artian, lingkungan masyarakat yang didalamnya tertanam nilai-nilai moral yang berdasarkan hati nurani. Jadi  ukurannya adalah kebaikan moral yang benar, karena pada dasarnya di dalam diri kita terdapat hati nurani yang sama, mengajarkan kebikan dan kebenaran.

3.      Penerapan (Siapa yang melaksanakan)

Penerapannya dilaksanakan oleh individu atau masyarakat itu sendiri.

4.      Penegakan

Siapa yang menegakkan? Individu itu sendiri, karena hati nurani tidak terbentuk dari orang lain, tetapi terbentuk dari dalam diri kita sendiri.

5.      Sifat pembukuan

Norma kesusilaan tidak dibukukan, tetapi seiring dengan hukum yang berkembang didalam masyarakat, dalam masyarakat tertentu mulai membukukan / membuat aturan tentang norma moralitas.

 

C. NORMA KESOPANAN

Norma kesopanan adalah ketentuan atau kaidah, tata karma yang didasari nilai-nilai kepatutan, pandangan relative suatu masyarakat yang dipengaruhi terhadap lingkungan sikap resistensi (penolakan) atau penerimaan. Bersifat persuasif, ajakan untuk bersopan santun diajarkan dengan ajakan tanpa memiliki paksaan dan kekerasan.

1.      Sumber

Bersumber pada kebiasaan yang diterapkan dalam kelompok masyarakat tertentu. Bersifat relative local, karena pandangan nilai kesopanan antar masyarakat tidak sama, kesopanan di suatu daerah belum tentu sopan didalam kelompok masyarakat yang lain. Dan dikatakan sumber materil, karena kebiasaan hanya digunakan sebagai bahan pertimbangan penegak hukum dalam memutuskan suatu perkara.

2.      Siapa yang membuat

Yang membuat ketentuan kesopanan ini adalah masyarakat itu sendiri, karena merekalah yang menentukan sikap terhadap sesuatu yang dianggap benar atau salah, yang menyatakan sikap resistensi atau penerimaan.

3.      Cakupan Pemberlakuan

Pemberlakuannya bersifat kolektif, artinya adanya kesepakatan bersama yang menyatakan sikap penerimaan atau tidak menolak atas keberadaan kebiasaan tersebut.

4.      Sifat Pembukuan

5.      Norma kesopanan tidak dibukukan, tetapi seiring dengan hukum yang berkembang didalam masyarakat, dalam masyarakat tertentu mulai membukukan / membuat aturan tentang norma moralitas.

 

D. NORMA HUKUM

Norma hukum adalah Sebagai norma yang terakhir, norma hukum merupakan norma yang sangat mengikat, mempunyai daya paksa yang kuat, bertujuan untuk melindungi kepentingan-kepentingan manusia yang belum pendapat perlindungan dari norma agama,norma susila dan norma kesopanan.

1.      Sumber

Dalam norma hukum terdapat dua sumber hukum, yakni sumber hukum formil dan sumber materil.

Sumber hukum formil secara tegas diatus dalam Pasal 7 Undang-Undang No 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, adalah :

Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan adalah sebagai berikut:

  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  • Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang;
  • Peraturan Pemerintah;
  • Peraturan Presiden;
  • Peraturan Daerah.

Sumber Hukum Materil,

  • Undang-undang
  • Kebiasaan
  • Yurispudensi
  • Traktat
  • Doktrin

2.      Siapa yang membuat

Di norma hukum, kebijakan yang dibuat bisa dari eksekutif, yudikatif, legislative. Namun secara structural kekuasaan tertinggi dalam membuat undang-undang adalah legislative, dalam hal ini adalah DPR / senator / kongres.

3.      Penegakan

Penegakan hukumnya jelas dilakukan oleh polisi sebagai penyelidik, jaksa sebagai penuntut umum, dan hakim sebagai yang mengadili suatu perkara.

4.      Cakupan Pemberlakuan

Cakupan pemberlakuan norma hukum bersifat unifikasi, artinya dilakukan secara seragam didalam system hukum suatu Negara, menjadi satu hukum yang berlaku bagi rakyat yang ada di seluruh wilayah negara, dan hukum tadi menjadi bagian dari sistem hukum nasional.

5.      Sifat Pembukuan

Sifat pembukuannya adalah terkodifikasi, artinya ketentuan-ketentuan hukum yang dibuat legislative tersebut dibuat secara tertulis dan dibukukan, disusun secara sistematis, dan secara khusus mengatur tentang objek-objek tertentu, sehingga ketentuan yang dibuat secara isinya relative lengkap.



Published in: on March 5, 2011 at 02:22  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://richohandoko.wordpress.com/2011/03/05/hukum-sebagai-sistem-norma/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: